Program Asrama

SMA Dwiwarna (Boarding School) mengembangkan program asrama seperti berikut ini:

Program Bimbingan Kepribadian dan Kepemimpinan

Program dilakukan secara praktis dalam berbagai kegiatan sehari-hari siswa. Siswa diarahkan untuk mengatur diri sendiri secara disiplin dalam setiap kegiatan, baik di kelas, asrama, maupun dalam pergaulan. Siswa akan mendapatkan bimbingan dalam mengatur kedisiplinan menggunakan waktu dan memiliki sikap kepemimpinan lewat tugas dan tanggung jawab yang diberikan.

Program Pembinaan Sikap, Keterampilan, dan Wawasan yang Dilengkapi Praktik Islamiyah

Program dilakukan dengan mengembangkan karakter siswa, terutama dalam kehidupan sosial dan pembentukan kebiasaan positif. Seluruh siswa melaksanakan shalat berjamaah secara rutin. Siswa diajarkan, dilatih, dan dibimbing untuk baca tulis Al Quran, ibadah praktik, dan berdzikir. Terdapat kegiatan agama setelah Subuh dan Magrib di masjid dengan materi dan silabus yang dirancang sesuai dengan kebutuhan siswa dalam bentuk kultum, pemutaran film bernuansa agama, diskusi agama, atau lainnya.

Program Pengembangan Ketrampilan dan Kemampuan Berbahasa Inggris

Program ini dilakukan melalui pembekalan dan pembiasaan praktik dengan target kemampuan berbahasa Inggris sesuai dengan konteks kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dicapai dengan English Hours setiap pagi hari, dalam bentuk diskusi, presentasi, talk show, dan games. Siswa diharuskan menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi selama jam-jam tertentu di asrama.

Kurikulum

Kurikulum SMA Dwiwarna (Boarding School) disusun untuk mengembangkan potensi intelektual, sosial, dan spiritual. Pengembangan potensi intelektual dipacu dengan mengikuti kurikulum nasional sebagai standard kompetensi yang mendorong siswa menguasai pengetahuan ilmiah serta andal dalam menyikapi masalah sehari-hari. Pengembangan sosial dilakukan dengan mengarahkan siswa pada rangkaian pelajaran dan aktivitas yang dapat membentuk kedisiplinan serta mengasah jiwa kepemimpinannya. Sementara pengembangan spiritual diarahkan melalui akhlak islami yang baik dan terpuji.

SMA Dwiwarna (Boarding School) menerapkan kegiatan terpadu antara sistem pendidikan formal dan informal. Pendidikan formal diberikan untuk mendalami ilmu pengetahuan umum untuk masuk ke perguruan tinggi pilihan, baik di dalam maupun luar negeri. Sementara pendidikan informal ditekankan pada pola pembinaan sikap, akhlak, watak, dan budaa kerja keras yang pantang menyerah. Dengan pembinaan tersebut, siswa diharapkan memiliki pemahaman dan pengamalan agama yang baik dan benar sehingga mencerminkan etika perilaku dalam kehidupan di masyarakat dan tak mudah berputus asa.

Untuk menerapkan sistem pendidikan tersebut, siswa harus tinggal di asrama. Kegiatan terpadu, baik pendidikan formal maupun informal, dapat dilaksanakan dalam program-program terjadwal dengan guru dan pembina, di sekolah ataupun di asrama dengan dukungan fasilitas yang lengkap. Siswa juga diwajibkan menggunakan bahasa asing pada hari tertentu dengan dukungan laboratorium bahasa, lengkap dengan native speaker berkualitas.

Lingkungan sekolah juga ditata khusus sebagai tempat pendidikan sehingga memberi kesempatan para siswa untuk mengembangkan potensinya secara maksimal. Di luar kelas, tenaga pengajar berfungsi sebagai edukator, motivator, dan fasilitator selalu tersedia untuk memberi dukungan ekstra melalui pelajaran informal.

Nilai-nilai yang dipelajari selalu dilengkapi dengan program di luar kelas. Demikian pula dengan pendidikan agama Islam. Pelajaran yang diberikan di kelas dilengkapi dengan pendalaman Al Quran secara teori dan praktik di masjid sekolah, sedangkan aplikasinya diterapkan di asrama di bawah bimbingan pembina. Sehingga siswa dapat berkembang menuju pribadi yang utuh dan berakhlak.

Program Kesiswaan

TUNTUTAN PERKEMBANGAN ZAMAN, yaitu peningkatan kualitas SDM yang cerdas, terampil, berakhlak dan mampu bersaing.

FUNGSI PENDIDIKAN, yaitu mengembangkan kemampuan, membentuk watak dan kepribadian bangsa yang bermartabat.

KOMPETENSI, penyelenggaraan pendidikan yang mengacu pada kompetensi siswa yang diharapkan.