Irvan Dedy, S.Pd.,M.Pd Guru Matematika SMA Dwiwarna Menerima Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan 2019

Puncak peringatan Hari Guru Nasional (HGN) dan Ulang tahun PGRI ke 74 tahun 2019 di stadion Wibawa Mukti Kabupaten Bekasi  menjadi sangat spesial bagi saya. Alhamdulillah tahun 2019 ini Allah menjadikannya sebagai tahun yang penuh dengan prestasi bagi saya pribadi. Setelah Allah menjadikan saya Pemenang I Olimpiade Guru Nasional (OGN) bidang Matematika di Lombok 2018 dilanjutkan mendapat kesempatan belajar di The University Of Queensland Australia, dan dipenghujung tahun ini Allah memberikan penghargaan SATYALANCANA PENDIDIKAN yang diberikan oleh Presiden Republik Indonesia melalui usulan Kemendikbud.

Proses panjang untuk mendapatkan penghargaan SATYALANCANA PENDIDIKAN merupakan sebuah perjuangan yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan jiwa dalam memenuhi semua persyaratan yang wajib dipenuhi. Proses seleksi yang cukup panjang hampir 7 bulan lamanya mulai dari pengumpulan berkas sampai presentasi di depan sekretariat militer presiden tentu bukan waktu yang singkat, tetapi Alhamdulillah dengan doa, ikhtiar, dan dukungan seluruh civitas Dwiwarna khususnya Pak Toro sebagai Kepala SMA Dwiwarna maka semua proses itu dapat saya lalui dengan sukses.

Proses seleksi dimulai dengan dikirimkannya surat tertanggal 9 Mei 2019 yang memberitahukan bahwa akan ada pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan bagi Guru Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus yang telah berprestasi dan berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2018. Pemberitahun tersebut sekaligus memberikan syarat apa saja yang harus dipenuhi, diantaranya adalah karya tulis dan uraian prestasi calon penerima Satyalancana Pendidikan. Pada awalnya ada 13 calon guru yang terdaftar sebagai calon calon penerima Satyalancana Pendidikan, tetapi pada akhirnya hanya 9 orang yang terpilih untuk mengikuti presentasi  pada bulan September di depan Sekretariat Militer Presiden.

Presentasi dilakukan secara tertutup di depan biro SDM  dan Sekmil dengan diberikan waktu sekitar 15 menit dengan 10 menit presentasi dan 5 menit tanya jawab. Tentunya bukan main kerasnya degup jantung berdetak saat menunggu giliran presentasi, apalagi setiap teman guru yang selesai presentasi hanya tersenyum tanpa memberitahukan apa saja yang terjadi di dalam sana. Alhamdulillah sesi presentasi saya berjalan dengan lancar dan akhirnya kami diminta kembali menunggu selama hampir 2 bulan, karena kabarnya penyerahan akan dilakukan pada saat hari guru 25 November 2019. Dan Alhamdulillah pada tanggal 30 November 2019 saya akhirnya mendapatkan Tanda Kehormatan Satyalancana Pendidikan bagi Guru Pendidikan Menengah yang diberikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim bersama dengan 41 orang guru lainnya.

Satyalancana Pendidikan yang saya terima ini merupakan anugerah sekaligus amanah untuk lebih baik lagi dalam dunia pendidikan. Sesuai dengan arahan Mas menteri yang menginginkan bahwa momen hari guru dan HUT PGRI harus menjadi semangat bagi para guru di Indonesia sebagai penggerak Indonesia maju untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, sesuai dengan tema HGN 2019, yakni “Guru Penggerak Indonesia Maju”.  Tentu hal inilah yang akan saya lakukan di SMA Dwiwarna agar bisa menghasilkan peserta didik yang berkualitas baik di bidang akademik maupun spitual, dan mampu menjadi pemimpin di masa depan. aamiin

Tentunya bukan sesuatu yang mudah memujudkan Guru Penggerak Indonesia Maju. Kalau kita ingin perubahan, maka perubahan itu harus dilakukan dengan rencana yang baik dan strategi yang tepat serta butuh kesabaran dalam pelaksanaan. Selain itu semua insan pendidikan khususnya guru harus mau mengevaluasi dan memperbaiki diri demi kemajuan pendidikan Indonesia. Semua guru harus bergerak untuk melakukan reformasi pendidikan, termasuk guru-guru di SMA Dwiwarna.

Semoga penghargaan ini menjadi pemicu semangat kita semua dalam mendidik untuk mewujudkan visi SMA Dwiwarna, yaitu menjadi institusi pendidikan yang terbaik dalam membangun manusia yang cerdas, berakhlak mulia, dan berjiwa kebangsaan dan misi SMA Dwiwarna, yaitu melaksanakan pendidikan umum dipadukan dengan pendidikan agama Islam dalam sekolah berasrama dengan menjadi Guru Penggerak Indonesia maju. Aamiin

(Irvan dedy)

Leave A Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *